Memahami Bagaimana Cara Kita Belajar

Akibat belajar dengan cara yang tidak tepat

Setiap orang memiliki cara-cara tertentu dalam menyerap informasi dari luar ke dalam memorinya. Proses ini amat berkaitan dengan gaya belajar orang tersebut. Manusia diberi anugerah oleh yang Maha Kuasa berbagai panca indera untuk mengenal dan berinteraksi dengan dunia luar. Di antara panca indera itu, manusia memiliki mata dan telinga yang biasa digunakan untuk menyerap informasi. Kemudian informasi ini akan dikirim dan diolah oleh otak menjadi sebuah pemahaman.

Sebagian orang mudah menyerap informasi dengan mendengarkan. Mereka belajar dengan menggunakan pendengaran ini. ada juga yang lebih mudah paham melalui visualisasi. Mereka belajar dengan mudah apabila hal-hal itu bisa ditampilkan secara visual. Yang lainnya ada juga yang lebih mudah memahami sesuatu dengan melakukan atau mempraktikkannya. Ini sedikit menggambarkan adanya berbagaigayabelajar yang berbeda satu sama lain. Tiap orang bisa memahami lebih baik dengan menyesuaikan atau memanfaatkangayabelajarnya masing-masing.

Dalam hal ini, salah satu tugas guru atau pengajar adalah bagaimana mengenali gaya belajar siswa yang berbeda ini dan memanfaatkannya di dalam pembelajaran untuk menghasilkan pembelajaran yang bermakna. Ini berarti pengajar perlu memiliki variasi dalam pengajarannya yang bisa mengakomodasi gaya belajar siswa. Kombinasi dari variasi pembelajaran ini diharapkan dapat lebih memudahkan siswa untuk memahami pelajaran.

Bagaimana Orang Belajar?

Tiap orang dilingkupi oleh berbagai informasi yang mengelilinginya. Apa-apa yang dilihatnya, dibaca, didengarnya, ataupun yang telah dilakukannya sendiri akan membentuk pola pikir dan pemahamannya. Adayang dengan mudah menerima dan menyerap semua informasi ini dan mengolahnya di dalam otaknya. Saat seseorang dapat menyerap informasi dan mengolahnya menjadi pengetahuan, bisa dikatakan orang itu telah belajar. Ketika seseorang telah berusaha memahami dan mencapai satu pemahaman tertentu, orang itu dianggap sudah melakukan proses belajar. Tentu saja ini adalah pengertian belajar yang sangat umum.

Istilah belajar yang lebih khusus adalah belajar yang dilakukan di sekolah, di kelas atau institusi pendidikan yang dilakukan saat terjadi proses belajar mengajar. Ini tentu saja tidak salah namun pengertian ini terlalu sempit dan mengandung pengertian yang khusus.

motivasi belajar lebih besar jika dilakukan bersama

Dengan pengertian yang umum, tiap orang pada dasarnya selalu mengalami proses belajar di setiap waktu kehidupannya. Ketika dua orang sedang mengobrol, tiap orang itu sedang belajar dan memahami setiap ucapan dari lawan bicaranya. Ketika orang sedang duduk di halte, dia mengamati keadaan sekitar dan mendengar tiap suara atau ucapan yang didengarnya. Saat duduk itu dia sedang belajar dengan berusaha memahami keadaan sekitarnya. Ketika sedang membaca atau menonton televisi, pada dasarnya orang itu sedang berusaha memahami informasi yang dia baca atau lihat. Jadi, secara tidak sadar pada dasarnya belajar adalah adalah aktivitas yang selalu dilakukan oleh tiap orang sehari-hari.

Dari kenyataan ini, bagaimana kita memahami tiap informasi secara efektif, yang berarti juga belajar dengan efektif, tentu saja amat berguna. Telah disebutkan di atas bahwa tiap orang memiliki kemampuan untuk menyerap informasi dan mengolah informasi itu menjadi pemahaman atau pengetahuan. Namun cara tiap orang menyerap informasi itu tentu saja berbeda-beda.

Perbedaan cara tiap orang menyerap informasi ini, mendapat banyak perhatian dari pakar pendidikan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwagayabelajar tiap orang mempengaruhi tiap orang untuk belajar secara efektif. Ini tentu saja tidak terlalu mengejutkan karena memang cara seseorang belajar berkaitan erat dengangayabelajar orang tersebut.

Menurut istilah yang disepakati oleh para pakar pendidikan, pada prinsipnyagayabelajar seseorang merupakan kombinasi dari proses menyerap informasi, yang dilanjutkan dengan proses mengolah dan mengelola informasi ini di otak. Jadi, setidaknya ada dua faktor: pertama, bagaimana kita menyerap informasi dengan mudah; dan kedua, bagaimana cara kita mengatur dan mengolah informasi itu. faktor pertama sering disebut faktor modal dan faktor kedua disebut dominasi otak.

Tiap orang akan belajar melalui kecenderungan modal yang sesuai dengannya. Faktor modal inilah yang biasanya membedakan antara satu orang dengan yang lainnya. Faktor modal ini berhubungan dengan eksternal dan pengalaman masing-masing individu yang tentu saja berbeda. Adapun faktor dominasi berkaitan dengan proses internal di tiap individu. Faktor modal akan menghasilkangayabelajar, sedangkan faktor dominasi otak menghasilkangayaberpikir seseorang. Jadi kita perjelas lagi,gayabelajar berkaitan dengan proses menyerap informasi, sedangkangayaberpikir terkait dengan proses mengolah informasi.

Terkait dengan faktor modal atau modalitas, setidaknyagayabelajar bisa dibedakan menjadi tiga macam, yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Orang dengan modalitas visual cenderung untuk menyerap informasi lebih mudah dari apa yang mereka lihat. orang dengan modalitas auditorial lebih cenderung untuk mendengar dalam rangka untuk menyerap informasi secara mudah. Adapun, orang dengan modalitas kinestetik cenderung belajar melalui sentuhan dan gerakan. Ketiganya sangat erat kaitannya dengan panca indera manusia karena memang melalui panca indera inilah informasi masuk ke dalam pikiran atau otak manusia.

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s