Memahami Bagaimana Cara Kita Berpikir


Cara kita berpikir berkaitan dengan bagaimana cara kita mengatur dan mengolah informasi. Hal ini dalam terminologi pendidikan dan psikologi sering disebut faktor dominasi otak.

Pemahaman terhadap pembelajaran atau proses belajar amat dipengaruhi oleh cara berpikir seseorang. Disinilah faktor dominasi otak memainkan peranan. Faktor dominasi otak amat dipengaruhi oleh suatu konsep dalam psikologi dan pendidikan bahwa otak manusia bisa dibagi menjadi dua bagian, yaitu otak kiri dan otak kanan. Otak kiri biasanya bersifat sekuensial atau berurutan, sedangkan otak kanan biasanya bersifat acak.

Orang dengan dominasi otak kiri biasanya berpikir secara sekuensial atau berurutan. Mereka biasa hidup teratur dan sistematis. Merencanakan sesuatu dengan perhitungan yang matang juga salah satu cirinya. Mereka juga menyukai segala sesuatu yang sudah terpola dengan rapi. Tidak begitu terganggu dengan rutinitas yang ada dan tidak keberatan melakukan sesuatu yang sama berulang-ulang.

Kebalikannya, orang dengan dominasi otak kanan cenderung berpikir secara acak. Mereka tidak suka melakukan sesuatu dengan teratur dan sistematis. Suka berpikir secara melompat-lompat. Namun, biasanya mereka justru dapat menemukan kreasi-kreasi yang unik. Daya imajinasi dan kreativitas amat ditunjang oleh cara kerja otak kanan ini. orang dengan dominasi otak kanan juga suka berpikir atau berbuat di luar kebiasaan orang. Orang-orang yang bekerja dalam bidang kreatif cenderung berpikir dengan dominasi otak kanan,
Tentu saja, sebagaimana halnya cara belajar, cara berpikir juga tidak mutlak hanya diproses dalam satu cara tertentu. Otak kiri dan otak kanan menjalankan fungsi masing-masing. Otak kiri mengarahkan orang untuk bisa hidup secara teratur, terstruktur, dan sistematis. Adapun otak kanan berperan dalam proses kreatif seseorang, yang memungkinkan orang dapat menemukan cara-cara baru yang berbeda. Dua cara pikir ini secara seimbang mengarahkan manusia untuk terus beradaptasi dan menemukan cara-cara yang lebih baik.

Cara berpikir ini juga bisa dimanfaatkan oleh guru atau pengajar. Guru bisa memanfaatkan cara berpikir siswa ini untuk membantu proses belajar yang lebih baik. Guru bisa memahami mengapa siswa bertingkah dan berperilaku seperti yang ditunjukkannya tidak lain dipengaruhi oleh cara berpikir siswa tersebut. Pendekatan yang sesuai akan mampu memberikan saling pengertian yang pada akhirnya amat membantu proses belajar mengajar seperti yang diinginkan.

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s