Seri Pembelajaran: Memahami Tujuan Belajar

Memahami Tujuan Penting dalam Belajar

Coba kita bayangkan seseorang yang ingin pergi ke suatu tempat. Pertama yang diperlukan orang itu tentu saja menetapkan tujuan dari perjalanan yang akan dilakukannya. Tiap orang mesti memahami kemana dia akan pergi. Ini akan memberikan arah dalam perjalanannya. Dia juga harus punya tekad dan keyakinan yang kuat untuk bisa sampai ke tempat tujuan. Analogi semacam ini bisa juga diterapkan dalam proses pembelajaran.

Sekarang, coba kita bayangkan seseorang yang sudah mempunyai tujuan tapi sadar bahwa dia memerlukan bantuan orang lain untuk sampai ke tujuannya. Apa yang mesti dilakukan orang itu? jika seseorang membutuhkan bantuan orang lain untuk bisa sampai ke tujuannya, tentu dia perlu membina hubungan yang baik kepada orang yang akan membantunya. Pada dasarnya setiap orang pun akan selalu membutuhkan bantuan orang lain dalam kehidupannya. Inilah yang menjadi alasan kenapa manusia disebut dengan makhluk sosial. Manusia tidak mungkin bisa hidup sendiri dan melakukan semuanya sendirian. Disinilah diperlukan rasa saling pengertian dan saling memahami di antara sesama manusia.

Demikian halnya dengan proses pembelajaran, siswa yang mengerti tujuan belajar dan sadar bahwa untuk mencapai tujuan belajar tentunya memerlukan bantuan orang lain, perlu memahami keadaan ini. kedisiplinan adalah salah satu kunci untuk membantu siswa untuk mencapai tujuan dalam belajarnya. Dalam bab ini akan dibahas hal-hal yang berkaitan dengan prinsip dan tujuan dalam belajar yang mencakup: memahami tujuan, kekuatan prinsip, keyakinan atas kemampuan siswa, serta kesepakatan dan komitmen.

Memahami Tujuan

Tentunya akan sangat jauh berbeda antara orang yang melakukan perjalanan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkannya dan orang yang bepergian tanpa mengetahui tujuan yang sebenarnya. Setiap maksud dan perbuatan pasti memiliki tujuannya masing-masing. Mengetahui dengan pasti tujuan dari setiap langkah dan perbuatannya akan sangat membantu mencapai hasil yang maksimal.
Sekarang, coba kita bayangkan dua hal ini. pertama, seorang siswa yang datang ke kelas di pagi hari dengan pikiran yang dipenuhi oleh harapan dan sasaran-sasaran yang ingin dicapainya dalam hidupnya di masa depan. Adapan yang kedua, seorang siswa datang ke kelas hanya dengan keinginan untuk menghabiskan waktunya saja daripada bengong di rumah tanpa harapan dan sasaran apapun tentang masa depannya. Tentu saja keduanya akan sangat berbeda saat menjalani pembelajaran di kelas.

Siswa pertama boleh jadi akan mengikuti setiap aktivitas dengan semangat dan keyakinan yang tinggi. Setiap aktivitas akan dijalani dengan senang hati dan riang gembira tanpa beban meski aktivitas yang dijalani terkadang tidak sesuai dengan keinginannya. Hambatan yang ada dalam pembelajaran akan mudah dilalui—setiap pembelajaran pasti memiliki hambatannya masing-masing.

Adapun siswa yang kedua, mungkin akan memiliki pendekatan yang sangat jauh berbeda dengan siswa pertama. Semangatnya kurang menggebu dan cenderung asal dalam mengikuti aktivitas di kelas. Setiap aktivitas dijalani sebagai beban yang cenderung akan memberatkannya tanpa pernah menyedari bahwa aktivitas tersebut sebenarnya sangat mudah. Belajar seolah hanya menjadi rutinitas yang memberatkan dan membebaninya.

Demikian juga, dari sisi guru. Siswa tentu akan sangat mudah untuk membedakan antara guru yang memahami tujuan dan yang kurang memahaminya. Guru yang memahami tujuan akan mudah dikenal sebagai guru yang antusias dan semangat dalam setiap aktivitas pembelajarannya. Dan sebaliknya, siswa juga akan mudah merasakan kurangnya antusias dan semangat dari guru yang kurang memahami tujuan pembelajaran yang sebenarnya.

Dari dua gambaran tersebut sedikitnya kita bisa melihat pentingnya memahami tujuan dari pembelajaran bagi guru dan siswa. Pembelajaran yang efektif akan sangat dipengaruhi oleh pemahaman guru dan siswa atas tujuan pembelajaran yang sebenarnya. Tujuan belajar bisa jadi akan menjadi titik cahaya yang sama-sama ingin dicapai. Guru dan siswa seolah ingin menuju ke satu titik cahaya tersebut. Tujuan juga bisa dianggap sebagai tempat akhir dari perjalanan yang sedang dijalani. Dengan mengetahui tujuan pembelajaran, siswa dan guru seolah paham kemana mereka akan melangkah. Ini bisa menjadi petunjuk dan pedoman yang berguna selama menjalani proses pembelajaran.

Dengan mengetahui tujuan pembelajaran ini setidaknya siswa dan guru memiliki gambaran apa yang ingin dicapai dari proses dan aktivitas yang sedang dan akan dijalani. Dari kesadaran ini, guru dan siswa berusaha mencapainya dengan memanfaatkan segala potensi yang ada. Sebagaimana orang yang sedang bepergian dan mengerti dengan jelas kota tujuannya, tentu akan mempersiapkan bekal yang cukup untuk sampai di tempat tujuan. Guru dan siswa juga mempersiapkan semua yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Di antara tujuan pembelajaran adalah untuk membentuk manusia yang siap untuk belajar, mengenali dan menumbuhkan potensi dirinya, serta selalu memperbaiki diri menjadi manusia yang lebih baik. Guru dengan segenap kemampuan yang dimilikinya akan berusaha membantu siswa menjadi manusia yang lebih baik. Siswa pun berusaha mencapai tujuan ini dengan segenap potensi yang dimilikinya.

Tujuan ini mesti dipahami dengan baik oleh guru dan siswa. Guru perlu menanamkan semangat dan pemahaman tujuan ini kepada siswa sedini mungkin. Dengan memahami tujuan ini, baik siswa maupun guru akan menjalani proses pembelajaran dengan senang hati dan tanpa beban. Kesenangan, kerelaan hati, dan kelapangan hati tanpa beban yang dirasakan dalam proses belajar adalah salah satu kunci keberhasilan proses belajar mengajar.

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s