Seri Pembelajaran: Kekuatan Prinsip

Hanya karena prinsip yang kuat orang pergi berhaji

Apa yang membuat orang-orang dari seluruh penjuru dunia rela pergi haji ke Arab Saudi yang jauh dari tempat tinggal mereka? Mereka rela menyisihkan uangnya dalam jumlah besar untuk bisa naik haji. Mereka rela meninggalkan keluarganya dan pergi ke negara atau bahkan benua lain untuk menjalankan ibadah haji. Semua ini tentu memiliki latar belakang dan prinsip yang mendasarinya.

Tentunya selalu diperlukan sebuah alasan yang kuat mengapa orang-orang rela mengeluarkan biaya yang besar untuk melaksanakan haji ke tanah arab. Hal yang sama juga berlaku buat orang-orang yang rela pergi di pagi hari buta untuk berangkat ke tempat kerja dalam rangka mencari nafkah. Tanpa memiliki alasan dan latar belakang yang jelas, tidak mudah bagi seseorang untuk rela melakukan sesuatu. Ini adalah salah satu kekuatan prinsip. Prinsip yang kuat bisa menjadi alasan seseorang untuk melakukan suatu hal dengan penuh kerelaan dan kesadaran.

Kekuatan prinsip juga menjadi salah satu landasan penting dalam proses belajar. hanya dengan alasan yang kuat saja, orang rela bersusah payah belajar. mereka datang ke sekolah dan masuk ke kelas dengan prinsip yang telah tertanam dalam pikiran dan hati mereka.

Pernahkah anda mendengar kisah salah satu pejuang besar dan panglima perang Thariq bin Ziyad? Dikisahkan bahwa Thariq bin Ziyad adalah salah satu panglima perang yang sangat berani. Dalam salah satu peperangan dalam rangka menaklukkan konstantinopel Andalusia (daerah spanyol), beliau membakar kapal laut yang membawa mereka sampai di pantai sembari berkata kepada pasukannya, “kita hanya punya dua pilihan, maju menghadapi musuh dan gugur sebagai pahlawan atau mundur tercebur ke laut dan mati konyol.” Thariq bin Ziyad dan pasukannya pun berhasil menaklukkan konstantinopel dengan gemilang. Kisah ini sedikit menggambarkan bagaimana kekuatan prinsip bisa menjadi api yang dapat membakar semangat yang bisa mengantarkan kepada kemenangan.

Apa jadinya jika Thariq bin Ziyad dan pasukannya tidak memiliki prinsip untuk terus maju dengan gagah berani ke medan pertempuran? Jika saja Thariq bin Ziyad tidak membakar kapalnya sehingga ada sebagian dari pasukannya yang mundur dan kembali ke kapalnya, tentu kemenangan itu tidak pernah tercatat dalam sejarah. Namun dengan keteguhan hati berdasarkan prinsip yang kuat bahwa kemenangan akan bisa diraih, kapal dibakar sehingga tidak ada pilihan lagi bagi pasukannya untuk terus maju ke medan pertempuran. Hanya ada dua pilihan, gugur sebagai pahlawan atau hidup dengan membawa kemenangan. Kekuatan prinsip inilah yang membawa Thariq bin Ziyad beserta pasukannya meraih kemenangan yang gemilang.

suasana belajar di daerah pedalaman

Kita juga sering mendengar dan membaca kisah anak-anak di daerah pedalaman yang harus rela menempuh jarak yang jauh untuk bisa bersekolah. Di daerah pedalaman dengan sarana yang terbatas, banyak anak-anak yang tetap semangat untuk belajar. mereka ini harus menempuh perjalanan jauh dari rumahnya ke sekolah karena terbatasnya sarana dan prasarana yang ada. Namun demikian, mereka tetap melakukannya dengan semangat dengan harapan yang tinggi agar bisa memperbaiki kehidupan mereka. Sekali lagi, hanya tekad dan prinsip yang kuat yang melandasi semangat ini yang bisa menguatkan langkah kaki mereka menempuh perjalanan yang jauh ini.

Guru dan siswa semestinya memiliki kekuatan prinsip ini dalam setiap aktivitas pembelajaran mereka. Hanya dengan prinsip yang kuat yang menjadi landasan dalam segala aktivitas pembelajaran sajalah, proses pembelajaran bisa terus berjalan sesuai yang diharapkan.

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

2 thoughts on “Seri Pembelajaran: Kekuatan Prinsip”

  1. Tulisan yg menarik Mas Bay.
    Bagaimana kita membedakan bahwa sesuatu itu dilandasi kekuatan prinsip atau motivasi prakmatis? Saya tahu tidak sedikit orang yg kerja keras karena memang tidak munya pilihan lain untuk bertahan hidup, meski dia tidak suka pekerjaannya. Anak2 sekolah juga banyak yg tidak paham tujuannya. Yang naik haji karena malu sama tetangga juga ada. Mungkin bisa memberi pencerahan sehingga kesempurnaan artikel ini menjadi paripurna🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s