Antena Parabola sebagai Simbol Perubahan Sosial

Rumah tradisional Minang Kabau

Bulan Juli yang lalu, saya kebetulan berkesempatan berkunjung ke daerah sumatera barat. Di sini tempat tinggal keluarga dari istri saya yang kebetulan asli kelahiran sumatera barat ini. Kami sekeluarga (saya, istri, dan 2 anak saya) untuk sementara berlibur selama seminggu untuk menghadiri pernikahan adik ipar yang sengaja diadakan di kampung tempat keluarga dan kerabat tinggal.

Di sini saya cuma ingin menampilkan beberapa gambar yang sedikit menggambarkan suasana di kampung itu. Kampung istri saya terletak di desa Jopang Manganti yang masuk kota Payakumbuh Sumatera Barat. Sangat disayangkan memang, saya juga tidak sempat mengunjungi objek wisata di sana. Salah satu objek wisata di Payakumbuh adalah Harau yang memiliki pemandangan yang indah berupa bukit tebing tinggi dan air terjun. Jadi saya tidak akan menampilkan gambar objek wisata itu.

Hampir setiap rumah memiliki antena parabola

Salah satu yang mencolok dari suasana di lingkungan dan kampung tempat keluarga istri saya tinggal adalah hampir setiap rumah melengkapi dirinya dengan antena parabola. Siaran TV memang tidak bisa ditangkap oleh antena biasa, sehingga mereka perlu menggunakan antena parabola untuk bisa menonton acara TV. Ini bisa jadi salah satu simbol perubahan sosial yang dipengaruhi oleh teknologi. Selain TV, hape tentu menjadi barang teknologi lain yang sudah sangat biasa digunakan. Sungguh beruntung bahwa sinyal seluler tidak begitu sulit didapat dan ponsel bisa dengan lancar tanpa gangguan sinyal yang berarti.

Bagaimanapun kondisi ekonominya, tiap orang berusaha memiliki antena parabola

Berkaitan dengan sinyal seluler, saya kebetulan sempat berkesempatan untuk mengunjungi daerah yang lebih jauh ke pelosok dan lebih tinggi karena berada di daerah perbukitan. Nama daerah itu Suliki yang berjarak lebih kurang antara 15 s/d 20 km dari kampung istri saya. Jalan yang musti dilalui untuk sampai ke Suliki cukup menantang karena perlu melewati tanjakan dan turunan dengan jalan yang berkelok. Saat berada di Suliki ini, sinyal seluler agak sulit diperoleh. Orang-orang sana sendiri biasa menggunakan antena dengan meletakkan di tempat yang tinggi untuk dapat menangkap sinyal seluler. Antena ini disambungkan ke ponsel. Ini artinya ponsel harus tersambung ke antena untuk menangkap sinyal agar bisa digunakan menelpon, sms atau konek ke internet. Tentu saja fungsi mobile menjadi tidak bermakna di sini (karena ponsel harus nyambung dengan antena).

Teknologi, apapun bentuknya, yang bisa berupa televisi atau ponsel tentu memiliki sisi positif dan negatif. Dengan adanya TV, orang di kampung bisa melihat perkembangan yang ada di tempat lain dan mendapat wawasan ilmu, pengetahuan, pendidikan, sosial, dan budaya. Tapi, di sisi lain TV juga bisa memasukkan budaya-budaya lain yang sangat berbeda dengan budaya asli atau lokal.

Antena parabola memungkinkan warga kampung menangkap siaran TV

Penggunaan teknologi secara proporsional dan bijaksana sangat dibutuhkan untuk dapat tetap mempertahankan budaya lokal dengan tetap mengambil manfaat dari perkembangan ilmu dan pengetahuan dari luar. Saat ini tentu tidak aneh orang yang tinggal di desa berpakaian dan bertingkah laku seperti orang dari wilayah lain yang jauh. Semua bisa dilihat dan diikuti melalui TV atau bahkan internet. Mode pakaian terbaru dari artis dan selebriti tentu akan mudah ditiru oleh masyarakat yang tinggal di pelosok. Dalam kondisi seperti ini, kadang kita baru sadar akan efek dari kemajuan teknologi khususnya dalam teknologi komunikasi dan informasi.

Untuk mengamati perubahan sosial yang terjadi tentu membutuhkan penelitian yang lebih lanjut dan detil. Tapi, saya mencoba melihatnya secara sederhana dari hal-hal yang tampak nyata. Antena parabola sudah menjadi kebutuhan primer di samping sandang dan papan. Bayangkan bahwa orang di kampung yang jauh mendapatkan tontonan dari sinetron dengan gaya hidup Jakarta yang digambarkan serba mewah …. hmmm

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s