Kekalahan Itu Hanya Tanda Awal Kemenangan

Alif laam miim. Telah dikalahkan Bangsa Romawi, di negeri terendah dan mereka setelah kekalahan ini akan menang dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan Bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.

(QS ar-Rum: 1-5)

Kabar tentang kekalahan bangsa Romawi atas Persia sampai juga ke telinga orang-orang musyikin di Makkah. Kabar ini bagai hembusan angin surga di telinga kaum musyikin. Dengan gembira mereka mengumumkan dan menyebarluaskan kabar gembira ini dan dengan sombongnya dihembuskan pula kepada kalangan kaum muslimin Makkah. Tak lupa pula di hadapan Rasul SAW dan para sahabat, kaum musyikin menyebut-nyebut kabar ini dengan penuh kepuasan.

Seolah-olah mereka ingin menegaskan bahwa kekalahan bangsa Romawi sebagai representasi ahli kitab yang masih memegang teguh ajaran Nabi Isa dari bangsa Persia yang mewakili kaum penyembah api, akan diikuti pula oleh kekalahan Islam yang dibawa Rasulullah SAW dari kaum musyrikin Makkah.

Dengan berapi-api dan congkak kaum musyrikin berkata kepada kaum muslimin, “Kami tahu bahwa orang-orang Romawi, ahli kitab yang percaya kepada Nabi Isa, telah dikalahkan oleh kaum majusi penyembah api, dan kalian menganggap akan dapat mengalahkan kami dengan alasan kalian beriman kepada kitab yang diturunkan kepada Nabi kalian? Bagaimana pandangan kalian sekarang setelah kaum majusi mengalahkan bangsa Romawi, padahal bangsa Romawi itu ahli kitab? Karenanya, kami pun pasti dapat mengalahkan kalian sebagaimana Persia mengalahkan Romawi.”

Bisa kita bayangkan bagaimana gundah gulananya kaum muslimin atas kenyataan ini. di tengah kondisi mereka yang amat tidak menguntungkan di Makkah dengan berbagai ejekan, penolakan, dan bahkan pengucilan dari pergaulan umum di tengah masyarakat musyrikin Makkah. Namun, keteguhan dan ketabahan selalu ditunjukkan oleh kaum muslimin seolah tidak menganggap hal ini sebagai sesuatu yang besar.

Di tengah euphoria kaum musyikin Makkah dan kegelisahan kaum muslimin inilah Allah menjawab melalui ayatnya yang mulia. Seolah-olah Allah tidak membiarkan kaum muslimin terlarut dalam kesedihan. Turunnya ayat ini seolah ingin menghibur dan meneguhkan hati kaum muslimin bahwa kekalahan Romawi ini hanyalah sementara dan mereka akan kembali menang di masa depan.

… Telah dikalahkan Bangsa Romawi, di negeri terendah dan mereka setelah kekalahan ini akan menang dalam beberapa tahun (lagi)

Dan, sejarah pun mencatat bahwa beberapa tahun kemudian bangsa Romawi pun berhasil merebut kembali wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh emperium Persia. Beberapa ahli sejarah menyebut antara kekalahan Romawi dan kemenangannya kembali atas bangsa Persia sekitar tujuh tahun antara 615-622 masehi.

Turunnya ayat dari surat ar-Rum ini tentu menjadi hiburan sekaligus peneguh hati bahwa tidak perlu terlalu merisaukan kecongkakan kaum musyrikin. Dan pasti Allah tidak akan membiarkan kaum muslimin dalam kesedihan dan penderitaan. Seolah hati Rasul SAW dan kaum muslimin diisi ulang kembali dengan semangat dan energi baru dalam menghadapi fitnah dan penolakan kaum musyrikin.

Dalam beberapa tafsir juga disebutkan bahwa kemenangan kembali bangsa Romawi atas imperium Persia berbarengan juga dengan kemenangan kaum muslimin dalam perang badar.

Saat kemenangan itulah kaum muslimin bergembira dan pulang dengan membawa banyak rampasan perang (ghonimah). Ini juga sekaligus menjadi bukti kebenaran al-Quran yang sebelumnya pernah meramalkan kemenangan ini. subhanallah

… Dan pada hari (kemenangan Bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.

Adapun kebalikannya, kaum musyrikin amat terpukul dengan kekalahan Persia berbarengan dengan kekalahan mereka dalam perang badar. Ditambah mereka harus mengakui apa yang telah al-Quran ramalkan jauh sebelumnya akan saatnya datang kemenangan Romawi atas Persia.

Demikianlah Allah memberikan pelajaran kepada hamba-hambanya yang beriman kepada-Nya. Tidak ada kejadian pun kecuali selalu ada hikmah dan pelajaran di balik setiap kejadian itu.

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s