Belajar dari Kekalahan Arsenal

Hari ini bisa jadi akan menjadi salah satu hari yang kurang mengenakkan buat fans arsenal. Gairah yang menggebu-gebu pada hari-hari sebelumnya itu dalam sekejap berubah menjadi kekecewaan yang mendalam. Adalah hasil pertandingan terbaru di ajang liga champion-lah sumber dari segala kekecewaan itu. 

Kekalahan dari AS Monaco di kandang sendiri, Emirates Stadium, memang layak disesali dan ditangisi oleh seluruh fans arsenal di seluruh dunia (halah lebayy amat). Seluruh fans arsenal mungkin masih ingat saat undian 16 besar liga champion dilakukan dan menempatkan arsenal “hanya” berhadapan dengan AS Monaco sehingga terhindar dari lawan yang lebih “berat”. Saat itu semua fans arsenal amat yakin arsenal (sekali lagi) “hanya” bertemu dengan lawan yang relatif lebih “ringan” dan arsenal bisa melenggang dari fase 16 besar ini. Hal ini menjadi sesuatu yang amat penting karena sudah 4 musim arsenal gagal melewati fase 16 besar liga champion dan beralasan selalu bertemu dengan lawan yang relatif lebih “berat” (sekali lawan barcelona dan AC Milan serta dua kali lawan bayern munchen).

Jadi, saat undian mempertemukan arsenal dengan AS Monaco, euforia seakan menyelimuti para fans arsenal. Seluruh fans yakin dan berharap kali ini arsenal bisa mengalahkan AS Monaco dan lolos ke fase berikutnya di liga champion. Sampai sebelum pertandingan tadi, euforia masih menyelimuti fans arsenal. Pertandingan di emirates stadium pun menjadi salah satu yang amat dinanti-nanti oleh seluruh fans yang amat berharap arsenal mampu menampilkan permainan terbaiknya untuk mendapatkan hasil yang memuaskan (sebuah kemenangan, tentu saja).

Namun semua euforia itu seakan lenyap saat pertandingan dimulai. Tanda-tanda yang kurang menyenangkan mulai menyeruak saat arsenal memulai pertandingan secara tidak meyakinkan. Gugup dan terburu-buru mungkin dua kata yang bisa menggambarkan kondisi ini. Entah karena terlalu yakin atau masih terbayang-bayang hasil-hasil buruk sebelumnya di fase 16 besar liga champion ini, permainan arsenal tidak menggambarkan semangat dan keinginan yang besar dari fans yang menginginkan kemenangan. Salah umpan dan kebingungan saat mulai masuk ke sepertiga wilayah lawan menjadi hal yang amat sering terlihat dari pertandingan tadi.

Hal seperti ini memang kerap terjadi saat arsenal bertanding di liga primer inggris dan arsenal masih tetap dapat meraih poin (seri atau bahkan tetap menang). Namun saat hal seperti ini terjadi di fase gugur liga champion, tentu dampaknya akan sangat buruk dan berpengaruh besar bagi kelolosan ke fase berikutnya. Dengan permainan arsenal yang kurang stabil di liga primer inggris toh arsenal masih bisa bercokol di posisi tiga klasemen sementara (tentu saja masih ada peluang arsenal disalip tim lain). Namun di ajang liga champion, sebuah tim harus benar-benar sempurna untuk dapat tetap bertahan dan melaju ke fase berikutnya. Sebuah kesalahan saja bisa mengurangi peluang tim untuk tetap bertahan. Inilah yang sepertinya perlu disadari oleh arsenal yang seolah-olah selalu mengulangi kesalahan yang sama dari tahun ke tahun.

Di ajang liga champion, ketenangan dan kematangan memang menjadi salah satu faktor penting yang bisa jadi mempengaruhi nasib sebuah tim sejauh mana tim itu bertahan. Faktor inilah yang mungkin perlu lebih disadari dan dimiliki oleh arsenal. Status arsenal sebagai tim yang selalu tampil dalam 17 kali secara berturut-turut di liga champion (hanya real madrid yang punya catatan sama), sama sekali tidak ada gunanya jika tidak memiliki mental seperti ini. Hasil positif arsenal sebelum pertandingan lawan AS Monaco ini yang hanya kalah dua kali dalam 10 pertandingan (sisanya menang) tentu tidak akan banyak membantu bertahan di liga champion jika arsenal masih belum bisa mengendalikan dirinya sendiri.

Ya, saya melihat faktor internal dalam diri arsenal sendirilah sebagai faktor utama yang menyebabkan arsenal kerap gagal menang di fase gugur liga champion atau turnamen lainnya. Jika di liga primer inggris arsenal selalu bisa mengakhiri musim di posisi empat besar, arsenal kerap gagal di berbagai turnamen (dengan sistem gugur). Kemenangan di ajang piala FA mungkin bisa menjadi sebuah awal untuk menghilangkan “penyakit” ini dan lebih memperkuat mental arsenal untuk dapat meraih titel juara di ajang lainnya.

Tapi tentu saja kekalahan atas AS Monaco ini belum mengakhiri kiprah arsenal di ajang liga champion karena masih ada pertandingan leg kedua di kandang Monaco. Meskipun berat, peluang lolos masih ada. Namun untuk bisa lolos, arsenal harus mampu mengalahkan dirinya sendiri dengan bermain tenang dan enjoy. Dengan ketenangan itu dan bermain kompak sebagai sebuah tim, “kutukan” dengan selalu terhenti di fase 16 besar liga champion bisa dihindari.

@bysph

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s