Efek Positif Bersepeda (1)

sepeda02Terhitung mulai awal November 2014 lalu, saya mulai gowes ke kantor. Kalo bahasa kulonnya sih Bike to work yg biasa disingkat B2W. Ini sekaligus mewujudkan salah satu obsesi saya bahwa setidaknya sekali seumur hidup saya pernah bersepeda ke kantor. Dan Alhamdulillah, saya bisa mewujudkan salah satu impian saya itu.

Setidaknya ada dua faktor yang memungkinkan dan mendorong saya melakukan aktivitas bike to work ini. Pertama, karena jarak antara tempat tinggal saya dengan kantor boleh dibilang cukup dekat. Menurut peta google jarak tempat tinggal saya ke kantor sekitar 3,7 km. jarak yang sangat memungkinkan untuk ditempuh dengan bersepeda. Kedua, karena jalur menuju kantor saya tidak dilalui angkutan umum dan jarak untuk sampai ke jalur angkot lumayan jauh. Tentu saja keadaan ini amat menyulitkan buat mereka yang biasa menggunakan angkutan umum. Oya, saya memang baru saja pindah ke tempat kerja yang sekarang ini (2 tahun) dan kebetulan jaraknya lebih dekat dengan tempat tinggal saya.

sepeda01

Aktivitas bersepeda sendiri memang sudah lama menjadi salah satu hobi saya. Yang saya ingat, pertama kali saya menggunakan sepeda (bukan sekadar buat main-main seperti waktu kita masih kecil) adalah waktu saya masih SMA. Saat itu saya punya sepeda federal (satu merek sepeda gunung MTB yang cukup terkenal saat itu) yang biasa saya pakai untuk pergi membeli alat tulis dan keperluan sekolah. Saya juga biasa menggunakan sepeda saat pergi berbelanja ke toko grosir langganan ibu saya untuk membeli barang-barang (sembako) yang dijual di warung ibu saya. Ibu saya saat itu membuka warung kecil-kecilan yang menjual sembako di depan rumah.

Tapi kemudian sepeda federal andalan saya dan keluarga saya itu hilang di pasar saat dipakai adik saya main tamiya. Di parkiran tempat adik saya main tamiya itulah sepeda federal itu diambil orang. Dan cerita kehilangan sepeda ini ternyata terulang lagi dengan sepeda yang kedua. Sepeda itu juga diambil orang di depan rumah saat ada tetangga yang meninggal dunia.  Itu salah satu cerita pahit berkaitan dengan sepeda.

Terkait dengan keinginan saya untuk bersepeda ke kantor. Saya pun mencari sepeda yang cocok dari sisi model dan harganya. Saya memilih mencari sepeda secara online. Saya pun menemukan sepeda seken yang sesuai dengan kriteria yang saya inginkan di situs berniaga dot com. Transaksi pun dilakukan secara COD setelah sebelumnya melakukan penawaran dan menghubungi penjualnya.

Setelah sepeda sudah tersedia, saya juga melengkapi diri dengan berbagai asesoris seperti jersey (kaos) sepeda, manset untuk melindungi tangan dari sengatan matahari, dan helm sepeda. Semua perlengkapan itu saya dapatkan juga melalui internet. Saya memang sedang menikmati berbelanja secara online dan sejauh ini aman-aman saja tidak terjebak penjual yang menipu.

Perlengkapan lain yang perlu tersedia khususnya di musim hujan adalah jas hujan. Untuk jas hujan ini saya memilih yang setelan baju dan celana. Jas hujan ini juga sudah beberapa kali saya gunakan khususnya saat pulang. Jika hujan turun pagi hari saat berangkat kerja, saya memilih tidak bersepeda.

Eh tapi ngemeng-ngemeng ini ga nyambung dengan judulnya ya “efek positif bersepeda” hehe. Ya udah anggap aja ini pendahuluannya.

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s