Jose-Mourinho-2

Tutup Mulutmu Mou

Bukan jose mourinho namanya jika tidak bisa membuat pernyataan yang bisa memerahkan telinga rival-rivalnya.

Jelang laga chelsea melawan newcastle hari sabtu 26/9/2015 lalu, mourinho kembali berkoar-koar dan menyindir rivalnya sesama manajer klub kota london. Siapa lagi kalo bukan arsene wenger yang jadi sasaran sindirannya.

Arsene wenger yang sebelumnya juga sudah diolok-olok oleh mourinho sebagai the specialist in failure atau spesialis kegagalan, yang bahkan baru sepekan yang lalu baru saja ditaklukkan kembali sehingga memperpanjang rekor tak pernah menang wenger atas Mou di ajang epl, kembali harus menghadapi sindiran dari si mulut besar Mourinho.

Di negara ini, hanya satu manajer yang tidak dalam tekanan. Setiap manajer lainnya dalam tekanan. Steve dalam tekanan, saya dalam tekanan, Brendan (Rodgers) dalam tekanan, (Manuel) Pellegrini dalam tekanan.

Yang satu ini bisa berbicara soal wasit sebelum laga, juga setelah laga, dia bisa mendorong orang di area teknis, dia bisa mengeluh di pagi hari, mengeluh di sore hari, dan tidak ada yang terjadi. Dia boleh tidak mencapai sesuatu dan tetap bekerja, masih menjadi raja. Itu adalah sebuah keistimewaan

Sindiran Keras Mou untuk Wenger

Sebelumnya Mourinho juga pernah menyindir Wenger saat memberikan pernyataan jelang laga melawan Manchester City.

Jelang Lawan Manchester City Mourinho justru Sindir Wenger

Bukan dalam dua kesempatan itu saja Mourinho memberikan pernyataan yang memerahkan telinga rival-rivalnya, Mou tidak lupa mengolok-olok rival-rivalnya saat perayaan gelar juara epl chelsea.

Mourinho Ledek MU, City dan Arsenal dengan Lelucon

coba perhatikan lelucon Mou (yang tentu saja hanya lucu buat fans chelsea) saat perayaan juara chelsea ini.

Ini adalah lapangan sepak bola, dengan dua gawang dan satu bola. Tapi, ada satu tim yang ingin bermain tanpa mencetak gol. Itu tim dengan baju merah polos. Tim itu benar-benar baik dalam penguasaan bola, tapi tidak ada gol. Kemudian, mereka menanyakan dewan Internasional FIFA, apakah bisa bermain seperti itu, tapi tidak mungkin. Menguasai penguasaan bola tidak cukup mendapatkan kemenangan dan mereka bukanlah tim juara.

Setelah itu, ada tim lain (mengenakan kemeja biru langit) sedikit radikal dan mereka meminta bermain dengan satu gawang. Mereka sangat fantastis dan mencetak banyak gol. Gol yang mereka cetak datang dari berbagai posisi. Tetapi mereka tidak pernah kebobolan karena gawangnya hanya ada satu. Sekali lagi, dewan internasional mengatakan: ‘Maaf, Anda tidak bisa menjadi juara karena sepak bola dilengkapi dengan dua gawang’.

Tim ketiga (kaos merah, lengan putih) hampir saja juara karena mereka bermain dengan dua gawang. Mereka mencetak beberapa gol dan kebobolan juga. Mereka fantastis, mencetak gol indah, mereka juga kebobolan dan nyaris juara. Tapi, mereka meminta dewan internasional untuk bermain pada bulan Januari hingga April. Tapi dewan internasional mengatakan, mereka harus bermain dari Agustus hingga Mei. Karena hal itu mereka tidak pantas juara.

Dan, masih banyak lagi pernyataan Mourinho yang lain yang sarat dengan sindiran dan olok-olok terhadap manajer atau tim lain.

Mourinho bisa saja melontarkan berbagai sindiran dan olok-olok kepada tim lain dan menjadikannya sebagai psy war yang bisa saja menguntungkan tim yang dilatihnya sekaligus meruntuhkan mental tim-tim rivalnya.

akan tetapi, berbagai sindiran dan olok-olok ini bisa jadi hanya akan semakin menunjukkan arogansinya dan justru membuatnya tidak mendapatkan respek yang sesuai dari lawan.

Akan semakin banyak pihak yang justru akan senang melihat Mou dan juga chelsea terpuruk. Saat ini saja chelsea masih berkutat di posisi 15 klasemen sementara. Tentu saja posisi ini sama sekali tidak menggambarkan kondisi yang utuh karena epl baru memasuki pekan ke-7. Masih sangat jauh perjalanan dari kompetisi liga primer inggris ini yang masih membuka peluang chelsea berada di papan atas dan bahkan kembali mempertahankan juara.

Sebagai sosok manajer yang sudah merasakan banyak gelar juara (tingkat domestik dan Eropa) di empat kompetisi eropa yang berbeda, tentu Mou punya alasan untuk merasa lebih baik. Apalagi jika dibandingkan dengan Wenger, sosok yang selalu menjadi sasaran sindiran dan ejekannya, yang sudah lama sekali belum bisa membawa timnya Arsenal menjadi juara liga primer inggris. Tentu Mou punya banyak alasan untuk merasa jumawa.

Tapi ejekan dan sindiran yang bertubi-tubi kepada rival bukanlah sebuah gambaran seorang juara sejati. Apalagi Mou juga bukanlah sosok manajer yang sempurna tanpa cacat. Karir Mourinho sendiri juga diwarnai oleh catatan negatif dan kegagalan.

Saat pertama kali menangani chelsea tahun 2004 sampai 2007, Mou tidak mampu membawa chelsea meraih titel liga champions eropa. Padahal saat itu chelsea sedang dalam puncak performanya dengan bertabur pemain bintang di setiap lini. Justru chelsea mampu menjadi juara champions saat ditangani oleh Reberto Di Matteo yang hanya menjabat kurang dari setahun saja.

Demikian juga saat Mou menangani tim dari luar galaksi alias los galacticos Real Madrid yang hanya mampu dibawanya meraih 1 titel la liga dan 1 titel copa del rey. Sebuah raihan yang jauh dari kata sempurna, mengingat Real Madrid berisi pemain-pemain bintang berlabel pemain mahal dari seluruh penjuru dunia.

Selama 3 tahun menangani Real Madrid, Mou juga gagal mempersembahkan tropi liga champions eropa dimana tropi ini langsung dihadirkan oleh Ancelotti di tahun pertamanya menjadi manajer Real Madrid menggantikan Mou.

Dengan catatan negatif itu tentu akan lebih baik jika Mou lebih bisa menaruh respek kepada manajer dan tim rival dan fokus terhadap perkembangan tim yang diasuhnya.

Atau, mungkinkah Mou memang sengaja melontarkan sindiran dan ejekan-ejekan untuk melemahkan dan meruntuhkan moral tim rivalnya? Jika ini tujuannya tentu taktik ini kurang berhasil karena justru di pertandingan terakhir chelsea hanya bermain seri sedangkan timnya wenger justru memetik kemenangan telak di kandang lawan.

Dan jika pendekatan seperti ini yang masih digunakan oleh Mou, jangan heran jika akan semakin banyak orang yang tidak segan akan berusaha dan berkata TUTUP MULUTMU MOU …

sumber gambar

baca tulisan ini di selasarcom

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s