Suatu Momen Pengubah Takdir

Tiap orang pernah mengalami sebuah momen yang mengubah jalan hidup dan masa depannya. Demikian jg dgn saya, yg jg pernah mengalami momen ini. Momen ini semacam titik balik yg mengubah jalan hidup sy, yg membuat hidup sy sangat berbeda dgn sebelumnya.

Sebagaimana anak sma yg akan lulus, sy punya obsesi untuk bisa kuliah di perguruan tinggi negeri (ptn). Di Kelas 3 sma itu, sy mendapat tawaran masuk ptn tanpa tes atw pmdk krn sy termasuk ranking 10 besar di kelas. Sy ikut daftar dan memilih jurusan komputer ui. Selain itu, sy jg tetap mempersiapkan diri untuk ikut ujian masuk ptn atw umptn yg diselenggarakan  setelah ebtanas atw skg disebut un.

Saat pengumuman pmdk ternyata nama sy tidak termasuk siswa yg lolos. Sy tdk terlalu kaget krn sadar peluang sy sangat kecil unt lolos. Peluang sy yg kecil itu membuat sy benar2 mempersiapkan diri unt umptn scr teknis dan mental.

Saat menjelang lulus sma itu sy seperti tersadar bahwa sy akan masuk ke fase berikutnya dlm hidup. Sebuah titik kritis yg menjadi pembeda fase-fase dlm kehidupan. Dan fase setelah lulus sma adalah salah satu fase penting dan menentukan arah kehidupan selanjutnya.

Kesadaran ini begitu menyentuh sisi spiritual sy yg membuat sy menjadi sedikit lebih mendekat ke agama (relijius). Momen puasa Ramadan bbrp bulan sebelum ebtanas dan umptn jg sedikit mendorong kesadaran ini. Aktivitas relijius saat Ramadan pun ikut terbawa sampai setelah Ramadan. Aktivitas tilawah Quran dan solat jamaah di masjid pun menjadi sebuah rutinitas pasca Ramadan.

Saya merasa proses perubahan menjadi sedikit lbh relijius ini menjadi salah satu faktor pendukung persiapan mental menjelang ebtanas dan umptn.

Kesadaran yg membuat sy lbh relijius ini jg yg mendorong sy akhirnya lbh memilih aktivitas di masjid dan dakwah saat awal kuliah dan hidup jauh dari keluarga.

Secara teknis tentu saja persiapannya dgn banyak melakukan latihan soal. Seingat sy, tiap malam bada isya sy tepekur di meja belajar untuk berlatih mengerjakan soal ditemani dentuman musik heavy metal. Saat itu sy tetap sj msh remaja yg suka musik metal.

Saat persiapan umptn itu pula yg membuat sy lebih rajin membaca. Selain bacaan pendukung persiapan umptn, sy jg menjadi tertarik membaca buku agama dan pengetahuan populer.

Sy akan selalu mengenang momen persiapan umptn ini sbg momen pencerahan diri dan proses menjadi lbh dewasa di mana sy sdh harus memikul tanggung jawab dan risiko. Bahwa segala keputusan dan risiko ada di tangan sy dan sy punya kendali atas takdir sy sendiri (tentu dgn izin Allah).

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s