Sosialisme vs Liberalisme

Sebiji eh sebuah tim futsal tarkam (eh ada ga ya?) baru saja memenangkan turnamen futsal (ya iyalah masa golf) dan mendapat hadiah berupa uang sebut saja 1 jt. Sebagai bentuk suka cita mrk ingin membagi uang hadiah itu. Ada dua macam cara membagi uang hadiah itu.

Pertama, uang hadiah itu digunakan untuk biaya makan2 seluruh anggota tim futsal tarkam tsb. Dalam hal ini seluruh anggota tim dianggap mendapat bagian yg sama tanpa melihat peran mrk dlm tim saat memenangkan hadiah tsb. Karena ada anggota tim yg bermain lebih banyak dan ada yg bermain lbh sedikit atw bahkan tdk bermain sama sekali krn menjadi cadangan. Bentuk lainnya dr pembagian hadiah cara ini adalah dgn membagi rata uang hadiah kpd semua anggota tim scr sama, baik yg main lbh banyak, sedikit maupun yg tdk main.

Kedua, pembagian uang hadiah didasarkan pada peran dr tiap anggota tim futsal tarkam. Pemain dgn jam main lbh banyak akan mendapat uang lbh besar. Pemain dgn jam main lbh sedikit juga akan mendapat jatah uang hadiah lbh kecil. Di sini hak2 individu mendapat pengakuan. Mungkin perhitungan hadiahnya menjadi lbh rumit tapi cara ini dianggap lbh adil dan proporsional.

Cara pertama dikenal sbg sistem yg menganut paham sosialisme, di mana salah satu cabangnya adalah komunisme.

Cara kedua dikenal sbg sistem yg menganut paham liberalisme.

Mana dr kedua cara ini yg sesuai dgn Islam? Bagaimana nabi dan Sahabat membagi harta rampasan perang?

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s