Yusuf dan Yahya

​Kita sebut saja namanya Muhammad Yusuf abdullah. Nama yg indah dan begitu berisi krn terdiri dari tiga kata dgn makna yg begitu dlm. Yusuf dan Muhammad adalah dua nabi dan rosul dlm Islam. Abdullah bermakna hamba Allah.

Dgn memberi nama ini mungkin diharapkan sang punya nama menjadi hamba Allah yg dpt mencontoh akhlak dan perilaku mulia dari nabi Yusuf dan Muhammad. Suatu harapan yg sungguh mulia.

Sebagai tanda kebanggaannya dan penghormatannya kpd nabi, Yusuf tidak pernah suka jika namanya dipanggil dgn sebutan Ucup dan mamad sbg singkatan dr Muhammad. Sebutan-sebutan ini dianggapnya sikap melecehkan nabi.

Sebagai salah satu bentuk kebanggaan thd namanya sekaligus thd Islam, Yusuf kmdn membuat kaus dgn namanya dan dlm aksara Arab berbentuk kaligrafi yg indah. 

Dgn bangga Yusuf memakai kaus tsb. Suatu ketika saat sdg bepergian dgn memakai kaus itu, tanpa sadar Yusuf masuk ke toilet. Mungkin Yusuf lupa jika pada kausnya terdapat tulisan Allah, dan bahwa tulisan Allah tidak boleh dipakai dan ada di tempat spt kamar mandi.

Saat keluar dr toilet Yusuf dicolek oleh anak muda lain dgn penampilan gaul tapi sopan, seraya mengingatkan bahwa kausnya memuat nama Allah dan nama Allah tdk seharusnya ada di kamar mandi. Tentu dgn kata2 yg baik dan sopan.

Yusuf terkejut dan baru sadar atas kekeliruannya ini. Dia pun berterima kasih kpd pemuda gaul itu.

Sejak saat itu Yusuf pun menjadi lbh berhati2 dlm memakai bajunya yg memuat nama Allah. Kebanggaan membawa nama Allah dan nabi perlu diimbangi dgn pengetahuan ttg agama dan jg tanpa membabi buta.

Sementara itu, dlm kasus yg serupa, tersebutlah seorang bernama Muhammad Yahya abdullah. Sebagaimana Yusuf, nama Yahya jg terdiri dari dua nama nabi Muhammad dan Yahya dan Abdullah bermakna hamba Allah.

Yahya merasa agak galau karena kerap kali kehilangan (atw tertukar) sandal jepit di masjid atw tempat lain (hayo siapa yg ga pernah kehilangan sandal atw barang lain di masjid?).

Untuk itu Yahya menandai sandal dgn namanya supaya mudah mengenali sandalnya.

Saat hendak menuliskan namanya, Yahya teringat bahwa namanya adalah nama nabi karenanya saat namanya tertulis di sandal sama saja dia menginjak nama nabi. Menginjak nama nabi dianggap hal yg sangat tdk sopan dan bahkan dianggap melecehkan nabi dan agama. 

Yahya tdk ingin dianggap melecehkan nabi dan merasa ini hal yg sensitif. Untunglah Yahya sadar dan menandai sandal nya dgn nama atw tanda lain.

Semoga tulisan ini bisa menjadi pelajaran.

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s