Aksi Super Damai #212 dan Pelajaran berdemokrasi

​Subhanallah. Alhamdulillah. Allahu Akbar.

Tiga kalimat thoyyibah ini sangat layak untuk diucapkan hari ini terkait aksi super damai #212 yg benar2 super duper damai. Acungan dua jempol patut dialamatkan kpd panitia dan umat Islam peserta aksi serta tdk lupa jg kpd kapolri beserta jajarannya.

Berbagai liputan serta kisah heroik dan kadang jg mengharukan sdh memenuhi media sosial kemarin beserta tentu saja foto-fotonya. Ogut tdk akan menambah dan memenuhi wall dan timeline medsos yg sdh penuh sesak dg kisah semacam itu. 

Ogut cuma ingin membagi secuil kisah yg mungkin luput dr perhatian. Wallahu a’lam.

Sejak kamis sehari sebelum 212 sejujurnya ogut agak khawatir jika aksi super damai 212 kemarin bisa saja berjalan tidak seperti yg diharapkan. 

Kekhawatiran ini datang berdasarkan info yg ogut dapat tentu saja bukan dari intelejen krn info ini ogut dapat hanya dari hasil iseng2 bin kepo plus sotoy aja dg browsing2 di belantara liar called internet.

Dari hasil kepo bin sotoy itu, ogut dapat info bahwa aksi super damai 212 yg dihadiri sekira 2 jutaan massa bahwa aksi ini bisa saja dimanfaatkan dan dibelokkan menjadi aksi people power untuk mendesak DPR/MPR mendelegitimasi (apa pun namanya dan bagaimanapun caranya) pemerintahan jokowi.

Tentu bukan Habib rizieq dan GNPF yg akan melakukan ini (dlm pandangan ogut) namun ogut khawatir ada pihak lain yg coba memanfaatkan momen berkumpulnya massa ini.

Pengalaman jatuhnya soeharto dan Gus Dur yg didahului melalui serangkaian aksi demo, masih membayang dlm pikiran. Kisah yg sama bisa saja menimpa pemerintahan jokowi saat ini.

Dalam salah satu situs yg ogut baca, rachmawati soekarno putri mengajak peserta aksi untuk datang ke gedung DPR/MPR setelah menyelesaikan acara zikir dan doa di monas. Ajakan ini diutarakan saat berbicara di Univ bung karno (tau ga, kalo Habib rizieq pernah kuliah di sini?) pada 30 Nov lalu dan sambil nangis pula (katanya situs itu lho). Ini bisa jadi tanda adanya potensi untuk terjadinya hal-hal yg tdk diinginkan.

(Kalo mau tau situs nya apa coba aja ga usah malu cari di Google. Ogut aja yg sotoy dan koplak ini bisa dapat, ente yg pintar lg beriman tentu lbh bisa dong hehe. Kalo ga dapat jg, spt nya ogut hrs mulai bikin buku berjudul “bagaimana org sotoy dan koplak memanfaatkan Google” nih … #eh). 

Kenapa kekhawatiran aksi pendomplengan ini tdk ogut sampai kan di medsos kemarin? Krn ogut msh yakin panitia aksi komitmen dg kesepakatan dg kapolri bahwa aksi hny dilakukan dlm bentuk zikir dan doa yg akan berakhir setelah solat jumat. Ogut jg yakin dg antisipasi kepolisian yg menjamin, memfasilitasi, dan mengawal aksi sesuai kesepakatan.

Pagi hari kemarin pun ogut sempat berpesan kpd teman yg ikut aksi untuk langsung bubar setelah jumatan krn khawatir ada pihak yg coba memprovokasi.

Dan pagi kemarin saat aksi super damai 212 baru saja berlangsung, tersiar kabar bahwa beberapa tokoh ditangkap dg alasan makar dan salah satunya adalah rachmawati itu. Langsung saja ogut merasa bahwa kekhawatiran sebelumnya memang beralasan.

Tersebut pula nama sri bintang pamungkas (sbp) sbg tokoh yg ditangkap. Dari salah satu berita selanjutnya yg mengutip pernyataan istri sbp dikatakan bahwa ada semacam upaya pengarahan massa aksi ke DPR/MPR untuk mencabut mandat presiden.

Ogut langsung merasa ada benang merah antara kekhawatiran ogut kemarin dg adanya penangkapan ini. Bahwa ada potensi pendomplengan aksi damai oleh pihak yg punya agenda tersembunyi. Namun untungnya, potensi ini sdh diantisipasi oleh polri dan tdk mendapat respons dr GNPF.

Sekali lg, acungan jempol layak dialamatkan kpd polri dan mui yg sdh melakukan antisipasi dan win win solution yg sejak awal mengarahkan dan membuat kesepakatan aksi dilakukan scr damai dlm bentuk zikir dan doa.

Taktik polri yg dipimpin oleh Tito karnavian (yg katanya mirip aidit shg dituduh tdk berpihak kpd Islam. (Logikanya absurd bingitz ya)) bisa dikatakan sangat brilliant, setidaknya dlm pandangan ogut yg sotoy dan koplak ini sih.

Pertama, meski dlm banyak kesempatan kapolri menyebut ada potensi makar (tentu maksudnya bukan GNPF yg akan makar tapi ada pihak lain yg bisa memanfaatkan momen berkumpulnya massa untuk melakukan makar) namun tetap mengakomodasi keinginan umat Islam untuk melakukan aksi. Lobi kapolri ke mui menghasilkan kesepakatan bahwa aksi dilakukan dlm bentuk zikir dan doa dan hanya sampai siang.

Kedua, penangkapan beberapa tokoh jg merupakan upaya menghindarkan potensi adanya provokasi thd massa yg bisa membuat aksi super damai terbelokkan ke arah agenda tersembunyi dari pihak lain. 

Ada yg menganggap penangkapan ini berlebihan. Namun, situasi bisa saja menjadi lbh buruk saat tokoh2 ini mendapat panggung dan kesempatan berbicara yg nadanya provokasi. Polri tentu akan menjadi sasaran kekecewaan saat aksi menjadi tdk seperti yg diinginkan.

Langkah jokowi untuk ikut bergabung solat jumat bersama peserta aksi jg perlu mendapat apresiasi dan sedikit meredam gejolak politik yg belakangan ini memanas. Kebesaran hati ulama dg memberi kesempatan jokowi dan kapolri naik panggung jg merupakan sikap yg bijak dan penuh kasih. 

Sebuah pelajaran berharga telah dicontohkan oleh ulama, umat Islam, kapolri, dan presiden dalam kehidupan berbangsa dan berdemokrasi melalui aksi super damai 212 ini.

Merdeka! Allahu Akbar!

Advertisements

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s