​Radikalisme, maicih, dan distribusi normal

Kali ini ogut mau coba bikin tulisan yg rada eksak walaupun tetap aja sotoy, ogut sertakan grafik biar keren aja sih wkwk.

Pada dasarnya, yg berlaku secara umum pada setiap agama dan ideologi, tingkat atw level ketaatan pemeluknya bisa dibagi menjadi 3 kategori, yaitu liberal, moderat, dan ekstrem/radikal.

Pada Level liberal, pemeluk agama tdk terlalu terikat pada aturan yg terdapat dalam agama tsb. Bahkan ada pula yg mempertanyakan aturan2 agama yg dianggap tdk relevan dg kondisi zaman.

Pada level ekstrem (radikal), pemeluk agama menjalankan agamanya secara tekstual dan cenderung berlebihan. Agama hrs dijalankan sama persis dg saat agama ini diturunkan kepada rosul/nabi dan pemahaman atas kitab suci dilakukan juga secara tekstual (kalo bahasa kulonnya saklek).

Kalo liberal cenderung terlalu lunak, longgar, dan cuek dalam beragama, maka ekstrem/radikal cenderung rigid, kaku, hardline, dan saklek dalam memahami dan menjalankan agama.

Di antara dua kutub yang berlawanan ini, tesebutlah satu level beragama yang tidak kaku tapi juga tidak longgar. Istilahnya pas dan berada di tengah-tengah antara liberal dan radikal. Level ini sering disebut moderat. Level beragama yang moderat inilah yang seharusnya menjadi cerminan pemahaman agama yang tepat.

Ihwal 3 kategori atau level beragama seperti di atas juga menjadi kategori yang digambarkan oleh ulama kontemporer Yusuf Qordhowi atas umat islam. Penggolongan umat islam dalam kategori liberal, moderat, dan ekstrem/radikal dikemukakan syaikh Yusuf Qordhowi dalam buku mutakhirnya Fiqh Jihad.

(btw buku Fiqh Jihad ini terbit tahun 2009 dan sudah diterjemahkan ke bhs Indonesia oleh penerbit Mizan dan previewnya ada di google book. Sayangnya buku bagus ini, tidak seperti buku2 karya Yusuf Qordhowi lainnya, kurang populer di Indonesia bisa jadi karena diterbitkan oleh Mizan yang kadung dicap syiah)

Level beragama ini kalo boleh ogut ibaratkan seperti level kepedesan kripik singkong maicih (awalnya ogut kira tulisannya mak icih tapi setelah googling untuk memastikan ternyata istilah yg tepat adalah maicih hehe). Btw masih inget kan sama maicih?

Level kepedasan kripik singkong maicih yang tertinggi artinya rasa kripik singkongnya paling pedas dan rasa pedasnya pun ekstrem karena tidak semua lidah bisa cocok dengan rasa pedas tsb. Level tertinggi maicih ini pun tidak menggambarkan rasa kripik singkong yang paling baik atau paling enak. Buat kebanyakan orang, rasa yang sedang atau moderat bisa jadi lebih sesuai dengan lidah mereka dan tidak membuat perut mules karena kepedesan.

Sumber: http://keripikmaicihasli.blogspot.com  

Demikian juga level beragama, ekstrem sebagai level beragama yang tertinggi bukan berarti level yang paling baik. Level moderat merupakan level beragama yang paling ideal untuk dijalankan dan diikuti. 

Hal ini juga berlaku dalam islam (agama yang ogut peluk/anut) yang juga ditegaskan dalam al-Quran (QS 2: 143) di mana dikatakan bahwa umat islam merupakan ummatan wasathon (umat pertengahan). Dalam buku Fiqh Jihad, syaikh Yusuf Qordhowi pun mengutip ayat Quran ini untuk mengemukakan pendapatnya bahwa pemahaman umat Islam haruslah pemahaman Islam yang wasathon (berada di tengah-tengah) di antara yang ekstrem dan liberal atau pemahaman islam yang moderat. Hal ini juga menyiratkan bahwa pemahaman islam secara ekstrem atau radikal bukanlah pemahaman islam yang tepat. 

Sebagaimana kripik singkong maicih, rasa yang terlalu pedas bisa membuat perut mulas tapi rasa yang tidak terlalu pedas akan terasa lebih pas dan lebih nyaman dinikmati. 

Trus, apa hubungannya dengan distribusi normal? Dalam statistik, distribusi normal menggambarkan sebaran/distribusi ideal dari suatu kumpulan data. Distribusi normal (yang kurvanya seperti digambarkan dalam grafik berikut) menggambarkan kecenderungan data-data untuk terkumpul atau terdistribusi pada satu nilai tertentu di mana nilai ini menjadi nilai yang paling banyak muncul (frekuensinya tertinggi).

Jika level beragama kita plot dalam grafik distribusi frekuensi, maka idealnya distribusinya mengikuti distribusi normal di mana distribusi terbanyak berada di tengah-tengah atau berada pada level moderat. Artinya, idealnya jika ada sekumpulan orang islam maka kebanyakan orang islam itu memiliki pemahaman islam yang moderat. 

Buat pada da’i atau aktivis dakwah islam, kondisi ideal sebagaimana yang digambarkan dalam distribusi normal di mana pemahaman islam yang moderatlah yang mendominasi merupakan tujuan dari dakwah islam.

Advertisements

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s