Masuknya Islam ke Indonesia (sebuah teori sotoy)

Kali ini ogut mau coba mengajukan teori (yang sotoy n koplak) tentang bagaimana Islam bisa menyebar di nusantara. Dijamin teori ini belum pernah ada sebelumnya (ya iya lah mana ada orang normal dan cerdas yang berani mengajukan teori sotoy n koplak… Ya cuma buang-buang waktu mereka aja lah wkwk)

Gimana Islam menyebar di nusantara?

Tentu ini membutuhkan penjelasan yang panjang lebar dan tinggi (jadi volume donk). Tapi berhubung ini sekadar teori sotoy, ogut rasa cukuplah dibahas di sini sebagai sekadar pengantar tidur atau pengantar minum kopi aja.

Dan teori sotoy ini pun ngga membutuhkan banyak referensi (yang biasanya terdapat di dalam buku-buku yang tebal), cukup dengan mengamati status-status di medsos dan tulisan/artikel di internet & banyak dishare di medsos yang ogut (ga) yakin semua ditulis dengan data yang akurat bukan sekadar kejar traffic dan setoran (baca: fulus).

Hanya diperlukan ke-sotoy-an, waktu, jari-jari yang kuat dan tentu saja sedikit kuota internet lah buat bikin teori sotoy ini.

Lho kok bisa ya? Ya bisa bisa aja lah masa bisa bisa aja dong, duren itu dibelah masa dibedong … Plakk lagi)

Tanpa banyak basa basi (alamak jadi paragraf-paragraf di atas bukan basa basi … plakk), ogut mulai pembahasannya.

Dari pelajaran sejarah di sekolah, kita sering diberikan fakta bahwa Islam masuk ke nusantara melalui interaksi dan perdagangan dari pedagang Gujarat (ada yang tau Gujarat itu ada di mana?).

Penduduk nusantara saat interaksi dan pengaruh Islam masuk disebut sebagai pemeluk Hindu.

Sekarang coba kita bayangkan ketika ada ideologi dan kepercayaan baru dan aseng eh asing masuk bersama orang yang juga aseng. Orang aseng eh asing ini punya wajah, pakaian dan cara bicara berbeda dengan penduduk lokal.

Bisa jadi orang asing ini bermata sipit dan kulit kuning seperti temennya ahok atau cheng hoo, bisa juga orang asing ini berkulit sawo matang juga tapi berhidung mancung seperti shah ruk khan, atau bisa jadi orang asing ini pakai baju gamis panjang dan hidung mancung juga seperti Habib.

Apakah penduduk lokal itu tidak curiga dengan kehadiran orang-orang aseng ini? Sepolos dan selugu itukah nenek moyang orang-orang nusantara ini? Meski orang-orang aseng ini menunjukkan itikad dan perilaku yang baek, tidakkah nenek moyang penduduk nusantara ini tidak merasa terancam dengan kehadiran orang-orang aseng ini?

(Liat kata aseng, baru sadar kalo ini beneran sotoy khan …)

Apakah penduduk lokal mau menerima begitu saja, ideologi, ajaran, gaya hidup yang dibawa orang-orang asing ini? Apa nenek moyang kita ngga takut kalo nanti justru orang-orang asing ini yang bakal menguasai tanah dan kekayaan alam nusantara yang berlimpah?

Meski orang-orang asing ini hanya sekadar berdagang tanpa membawa misi untuk menguasai nusantara dan mengubah nusantara menjadi Islam, namun nenek moyang kita tentu tidak selugu itu tanpa punya perasaan siaga dan waspada.

Dalam kondisi seperti ini tentu orang Islam yang saat itu sebagai orang asing di nusantara tidak tinggal diam. Karena syiar dan dakwah Islam tidak bisa dipisahkan dari aktivitas lain seperti berdagang sebagai konsekwensi dari syumuliatul Islam dan Islam yang kaffah, pedagang Islam ini tentu berusaha keras untuk bisa membuat upaya supaya Islam bisa diterima oleh penduduk lokal/nusantara.

Menyampaikan Islam kepada penduduk lokal secara frontal tentu bukan cara yang baik dan bijak. Dan untuk mengesankan supaya tidak terkesan memaksa, berbagai cara halus pun diterapkan. Seperti melalui pernikahan dengan penduduk lokal dan menyusup ke kalangan istana atau kerajaan.

(Hmmm … Aroma konspirasi mulai menyeruak …)

Saking halusnya dan juga mungkin disertai dengan ‘konspirasi’, penduduk lokal pun seolah tidak sadar kalo kepercayaan yang dianut orang aseng ini sudah menjadi kepercayaan sebagian besar penduduk dan bahkan Istana.

Maka ketika Istana mengumumkan Islam sebagai agama kerajaan dan wajib diikuti semua penduduk, barulah orang-orang sadar bahwa orang-orang aseng ini ternyata bukan sekadar bergadang eh berdagang.

Dan akhirnya sebagaimana yang kita lihat sekarang, Islam menjadi agama kebanyakan penduduk nusantara. (Happy ending deh buat orang Islam…)

Nah, coba bandingkan dengan eropa sekarang yang banyak nerima pengungsi muslim dari Timur tengah dan afrika, bisa jadi nanti eropa bakal berubah jadi wilayah muslim seperti nusantara. Mungkin juga ini bagian dari konspirasi untuk pelan-pelan mengubah eropa menjadi muslim.

Makanya kalo ada yang khawatir (ini yang baku menurut bahasa Indonesia) dengan kedatangan aseng apalagi yang sipit-sipit, ya mungkin karena ga mau konspirasi ini terulang lagi.

Semoga tulisan sotoy ini bisa bikin ngantuk … Zzzz

Advertisements

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s