Mewajarkan Kepindahan Bonucci ke Milan

Untuk sementara, ada baiknya sedikit melepaskan ketegangan dari hingar bingar politik. 

Kali ini ogut memilih tema tulisan tentang Bonucci. 

Penikmat bola tentu tidak asing dengan istilah atau nama ini karena memang sedang hangat dibicarakan. 

Selain penikmat bola, tidak salah mengaitkan Bonucci dengan spaghetti dan gucci karena Bonucci berasal dari negeri pizza. 

(Dengan membaca tulisan ini saya tidak menjamin anda menjadi lupa mencuci dan terlena dari caci maki eh)

Eng ing eng ….

Kepindahan pemain bintang ke tim rival merupakan salah satu kejutan besar di dunia sepakbola. 

Hal ini mirip dengan kabar kepindahan karyawan terbaik ke perusahaan rival atau kepindahan tokoh partai ke partai rival yang sering juga menimbulkan kehebohan.

Kepindahan pemain bintang sering menimbulkan kehebohan karena diprediksi punya dampak besar baik buat tim yang ditinggalkan maupun tim yang didatangi.

Kepindahan Bonucci tinggal menunggu tes medis

Tak terkecuali, kepindahan Bonucci dari klub juara serie A Juventus ke AC Milan juga dianggap sebuah kejutan besar. 

Peran penting Bonucci di Juventus tentu membuat kepindahannya ke Milan dianggap sebuah kerugian. Sebaliknya, bagi Milan dianggap sebagai keuntungan besar karena diprediksi bisa menjadikan Milan lebih baik. 

Sebagaimana kasus kepindahan pemain bintang ke klub rival lainnya, faktor penyebab kepindahan Bonucci dari Juve ke Milan ini tentu menjadi pertanyaan banyak pihak. Tentu akan banyak risiko yang bakal dihadapi oleh Bonucci atas kepindahan ini. 

Berjuang menemukan kecocokan dan permainan terbaik bersama tim baru, berjuang meningkatkan performa tim bersama tim baru, tuntutan serta beban untuk mendatangkan gelar juara dan kesuksesan buat tim baru, dan peluang kegagalan mendapat tropi (gelar juara) merupakan beberapa risiko yang bakal dihadapi oleh Bonucci. 

Selain itu, kenyamanan (yang menjadi idaman setiap pemain bola) yang selama ini dirasakan pun harus dilepas oleh Bonucci. 

Melewatkan kesempatan bermain di liga champion eropa, melepas status sebagai pemain dari klub juara bertahan serie A yang bahkan sudah disandang selama 6 tahun berturut-turut, dan meninggalkan tim yang sudah bermain bersama dengan padu adalah beberapa kenyamanan yang mesti ditinggalkan oleh Bonucci.

Dengan risiko dan hilangnya kenyamanan tersebut tentu Bonucci harus memiliki alasan yang sangat kuat untuk menjalani kepindahan ini.

Berikut ini beberapa alasan yang menjadi landasan bagi kepindahan Bonucci dari Juve ke Milan (berdasarkan tulisan yang ogut baca di situs Goal).

1. Konflik Bonucci dengan manajer Juventus

Pada paruh kedua musim 2016/17 lalu, santer terdengar adanya konflik dan ketidakcocokan antara Bonucci dan Alegri (manajer Juventus). Saat pertandingan final liga champion eropa melawan Real Madrid pun dikabarkan Bonucci bersitegang dengan Alegri terkait taktik yang digunakan Juventus dalam pertandingan tersebut. Saat sudah tidak ada lagi kecocokan, tentu pindah ke tim lain menjadi sebuah kewajaran dan solusi buat kedua pihak. 

2. Alasan keluarga

Ini menjadi alasan kuat Bonucci menerima pinangan Milan dibanding menerima pinangan tim besar eropa lain seperti Man City dan Chelsea, yang dikabarkan juga berminat merekrut Bonucci. Keinginan keluarga Bonucci yang ingin tetap menetap di Italia membuat Bonucci memilih menyebrang ke Milan yang merupakan musuh bebuyutan Juventus di Italia. Media Italia menyebut anak Bonucci masih dalam proses pemulihan dari sakit sehingga lebih nyaman tetap tinggal di Italia ketimbang pindah ke luar Italia.

3. Tantangan baru

Mencari tantangan baru disinyalir juga menjadi alasan Bonucci rela meninggalkan segala kenyamanan dan prestasi yang telah diraih bersama Juventus. Rasa jenuh bisa jadi telah mendera Bonucci yang selama 6 tahun berturut-turut merajai serie A Italia bersama Juventus. Secara psikologis, manusia memiliki naluri untuk selalu mencari tantangan baru dan pencapaian yang lebih baik dari sebelumnya.

4. Gaji yang lebih besar

Milan menawarkan gaji yang lebih besar kepada Bonucci. Besaran gaji yang akan diperoleh Bonucci di Milan berkisar 6-8 juta Euro, lebih besar dibandingkan gaji Bonucci di Juventus saat ini yaitu sebesar 4,5 juta Euro.

Jika melihat alasan-alasan tersebut, memang kepindahan Bonucci ke Milan terlihat wajar, profesional, dan manusiawi.

Alasan-alasan seperti ini pula yang banyak dipakai untuk berpindah pekerjaan, profesi, organisasi, atau partai politik.

Menarik untuk melihat dampak kepindahan Bonucci ini baik bagi Milan maupun Juventus. Mampukah Bonucci (bersama pemain-pemain baru Milan lainnya) memenuhi ekspektasi fans Milan untuk membawa Milan menjadi tim yang kembali ditakuti di Italia dan eropa?

Waktu yang akan menjawab.

Advertisements

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s