Duet Maut Ridwan Kamil-Aa Gym untuk Jabar 2018, Mungkinkah?

Ogut awali tulisan ini dengan informasi (maha tidak) penting, tulisan ini dibuat saat malam minggu yang seharusnya menjadi malam yang tenang dan saat untuk leyeh-leyeh sambil nonton bola ๐Ÿ˜Ž

Kalo Ogut (sengaja pake O besar biar keliatan penting๐Ÿ˜€) udah mau bersusah payah nulis tentang politik seperti ini di malem minggu geene berarti ada sesuatu yang maha penting karena Ogut bersedia mengorbankan malem minggu Ogut yang biasanya tenang ๐Ÿ˜ˆ

Kali ini Ogut coba melakukan utak atik calon-calon atau kandidat pasangan yang berpeluang maju dalam Pilgub serentak Jabar 2018. 

Sebagai acuan, Ogut tampilkan perolehan kursi parpol di DPRD Jabar hasil pileg 2014 sebagai berikut:

PDIP (20 kursi) 

Golkar (17 kursi)

PKS  (12 kursi)

PD (12 kursi)

Gerindra (11 kursi)

PPP (9 kursi)

PKB (7 kursi)

NasDem (5 kursi)

PAN (4 kursi)

Hanura (3 kursi) 

Untuk bisa mengajukan pasangan cagub-cawagub, parpol minimal perlu memiliki 20 kursi di DPRD.

Sejauh ini baru Ridwan Kamil aka Kang Emil yang secara terang-terangan siap maju sebagai cagub yang diusung oleh NasDem. Namun dengan hanya 5 kursi yang dipunya NasDem, pencalonan Kang Emil secara resmi masih belum bisa dilakukan. Kang Emil dan NasDem perlu mencari dukungan parpol lain.

PDIP yang punya 20 kursi masih terlihat adem ayem tanpa gereget. Wajarlah 20 kursi cukup untuk mengusung calon sendiri. 

Meski mengakui tertarik mengusung Kang Emil, dukungan nyata dan resmi PDIP ke Kang Emil belum ada.

PDIP kalo menurut penerawangan Ogut jauh-jauh hari pengen mengajukan cagub dari kalangan internal sendiri dan Kang Emil diproyeksi jadi cawagub. Tapi skenario ini mentah karena Kang Emil justru sudah telanjur mengumumkan maju sebagai cagub dengan dukungan NasDem.

PKS melalui presidennya sudah melempar wacana untuk mengusung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu yang keduanya berasal dari internal PKS. 

Padahal PKS (12 kursi) sebelumnya sudah sepakat dengan Gerindra (11 kursi) untuk berkoalisi dalam Pilgub Jabar 2018.

Sebagai mitra koalisi, wajar jika Gerindra berharap mendapat jatah posisi cawagub. Namun, presiden PKS justru berwacana mengusung cagub-cawagub sendiri.

Dengan wacana PKS yang akan mengusung calonnya sendiri, Gerindra merasa tidak nyaman dan mencoba beralih ke Demokrat (12 kursi) untuk menjajaki koalisi. Momen pertemuan SBY-Prabowo bisa memperkuat penjajakan koalisi ini.

PAN yang hanya punya 4 kursi di DPRD Jabar justru jauh-jauh hari sudah melempar wacana untuk mengusung calonnya. Tak kurang Desy Ratnasari (yak betul mantan artis dan anggota DPR itu), Bima Arya sang walikota Bogor (yang tempo hari abis ngamuk2 itu ups), dan aa Gym sang kyai kharismatik, coba digadang-gadang ke publik untuk dilamar dan dipasangkan dengan calon dari parpol lain. Tapi dengan modal 4 kursi apa daya tarik mereka ini?

PKB, PPP, dan Hanura sejauh ini belum menunjukkan gelagat mereka.

PPP sendiri sepertinya cenderung mengarahkan dukungan ke Kang Emil sebagaimana diakui Kang Emil yang terus berinteraksi secara intensif dengan PPP. Andai jadi bergabung pun, NasDem (5) dan PPP (9) masih belum memenuhi syarat untuk mengajukan pasangan cagub-cawagub. 

Oiya hampir lupa, Golkar. Kabarnya Golkar sudah memiliki calon dari kalangan internal sendiri yang cukup populer yaitu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Dengan modal 17 kursi, Golkar memang tidak bisa mengusung calon sendiri tapi punya bargaining sangat kuat untuk mengajak parpol lain (seperti PKB atau Hanura) sebagai cawagub.

Dengan konstelasi politik dan perolehan kursi yang ada, Ogut mau coba membuka wacana dengan mengajukan pasangan cagub-cawagub alternatif yaitu Kang Emil dan aa Gym.

Ya Ridwan Kamil-aa Gym for Jabar 2018!

Parpol yang mungkin untuk mengusung pasangan ini adalah koalisi parpol NasDem, PAN, PPP, dan Hanura. 

Kenapa PKB tidak masuk? Karena bisa saja PKB ditawari posisi cawagub oleh Golkar yang memang sedang mencari mitra koalisi. PKB tentu akan lebih tertarik gabung Golkar dengan iming-iming cawagub ketimbang gabung ke kubu Kang Emil tanpa posisi apapun.

Kenapa pula NasDem, PAN, PPP, dan Hanura harus berkoalisi mengusung Ridwan Kamil-aa Gym? Ini pilihan strategis yang paling mungkin untuk mereka sekaligus untuk mengembalikan pamor dan citra parpol-parpol ini dan menarik simpati masyarakat. 

Citra partai politik di mata publik dewasa ini, sedang berada di titik terendah. Sebagian besar publik kecewa terhadap kinerja partai politik.

Dengan pemilu 2019 di depan mata, parpol-parpol ini perlu mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada mereka. Salah satu caranya dengan mengusung calon yang populer dan disukai publik meski bukan internal parpol sendiri. Keempat parpol ini pun saat ini tergabung dalam koalisi pendukung pemerintah joko… (Eh Ngga perlu disebut lah nanti banyak yang sensi sama nama pakde ituh).

PKS sulit bergabung dalam koalisi ini karena sudah telanjur anti dengan NasDem yang identik dengan metrotivu yang dianggap memusuhi Islam. Saat ini saja kampanye untuk menghadang laju Kang Emil sangat gencar diluncurkan oleh kader mereka di media sosial.

Tapi dengan ancaman Gerindra yang berpotensi beralih ke demokrat, PKS bisa jadi akan gigit jari dan justru terancam tidak akan mendapat mitra koalisi.

Ini seolah menjadi sebuah karma bagi PKS. Ketika saat ini kadernya sedang getol menyerang Kang Emil dengan isu sara dengan tujuan menyingkirkan Kang Emil dari persaingan pilgub, justru PKS sendiri terancam tidak punya mitra koalisi.

Skenario Ridwan Kamil-aa Gym punya peluang terbentuk jika PDIP mengajukan pasangan cagub-cawagub sendiri. 

Namun, jika PDIP akhirnya justru mau menurunkan egonya dan mau mengusung Kang Emil sebagai cagub dengan memasangkan calon internalnya sebagai cawagub (sebagaimana yang terjadi di DKI Jakarta), tentu ceritanya bisa lain. Kang Emil bisa saja dipasangkan dengan Rieke Dyah Pitaloka misalnya (semoga Ibu Atalia ngga cembokur ya #eh ๐Ÿ˜€)

Namanya juga politik, apa pun bisa terjadi yes?

Trus kenapa Ogut harus nulis status ini padahal Ogut punya hak pilih di Jabar? Mbuh wes sakarep mu #eh ๐Ÿ‘ป๐Ÿ™Š

Advertisements

Published by

mas_bay

Everything happen for a reason. Life with a purpose

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s