Qurban

Image
(sumber: sebuahkonsep.wordpress.com)

Nabi Ibrahim masih sedikit agak tidak percaya. Bisikan dalam mimpi itu terus menerus terngiang-ngiang di telinganya. Seakan bisikan itu baru saja didengarnya. Berbagai macam pertanyaan berkecamuk di dalam dadanya. Mana mungkin aku menyembelih anakku sendiri? Ayah macam apa yang tega menyembelih darah dagingnya sendiri?

Terbayang pula dalam benak Nabi Ibrahim bagaimana dulu dia yang telah begitu lama mengharapkan kehadiran seorang anak. Anak yang akan menjadi penghias mata. Seorang buah hati yang akan menghiasi hari-harinya dengan penuh makna. Seorang anak yang akan menemaninya berdakwah kepada kaumnya. Seorang anak yang akan mewarisi tugasnya sebagai pemberi peringatan kepada kaumnya untuk menyembah kepada Allah saja.

Continue reading Qurban

Advertisements