Islam Tidak Akan Tegak Melalui Politik (bag. 1)

Diskursus yang membahas kaitan Islam dan politik sudah banyak dibahas dan tampaknya akan terus menjadi pembahasan yang tak ada habis-habisnya untuk diperdebatkan. Penulis sadar akan sensitifitas permasalahan ini untuk dikemukakan secara publik. Hal ini mengingat Islam sebagai agama mayoritas yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Kesadaran untuk berIslam juga sedang tumbuh di sebagian masyarakat. kesadaran berIslam ini diikuti dengan tuntutan untuk memahami Islam secara kaffah yang belakangan ini mulai digaungkan di bumi nusantara ini. Tuntutan pemahaman Islam yang kaffah itu salah satunya dengan partisipasi umat Islam dalam kancah politik nasional yang ditandai dengan munculnya partai-partai politik berbasis Islam. Continue reading Islam Tidak Akan Tegak Melalui Politik (bag. 1)

Komunikasi Politik PKS

Sapto Waluyo
(Direktur Eksekutif Center for Indonesian Reform)
(tulisan ini dimuat di republika thn 2009)

Sejumlah partai telah melakukan rapat pimpinan tingkat nasional pekan lalu untuk menyongsong pemilihan presiden. Satu di antaranya mendapat sorotan luas, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menggelar musyawarah Majelis Syura untuk menentukan arah koalisi. PKS menjadi perhatian karena berhasil menempatiΒ rankingΒ keempat dalam percaturan nasional dengan perolehan suara 8,2 persen, menurut tabulasi sementara KPU. Tak pelak, PKS menjadi partai berideologi Islam terbesar di Tanah Air dan berpeluang tinggi mendampingi Partai Demokrat dalam pemerintahan mendatang, di samping partai berbasis massa Islam lain: PAN dan PKB.

Continue reading Komunikasi Politik PKS

Politik bagian dari Dakwah

Apakah masih ada yg mau meniti jalan dakwah andai jalan ini tidak bergelimang kekuasaan dan kemewahan?

dakwah itu universal. politik adalah salah satu bagian dari dakwah yg universal itu

ga pernah ada sejarahnya mimbar khotbah jumat dipake buat kampanye politik. politik bagian dari islam, tapi islam bkn cuma politik

politik bagian dari dakwah tapi dakwah ga cuma sekadar politik. makanya khotib sadar ga akan prnh bahas politik praktis wkt jumatan

krn politik hanya bagian kecil saja dari dakwah, kemenangan politik mestinya tidak lantas ditafsirkan sbg kemenangan dakwah

ikhwanul muslimin di mesir bukan parpol tapi punya sayap politik. ini bukti politik hanya bagian dr dakwah bukan dakwah itu sendiri

Umat Islam sebagai Pengendali Demokrasi?

Umat Islam bisa menang melalui demokrasi tanpa perlu memiliki partai islam

Umat islam selamanya tak akan bisa menang selama msh menjadi operator demokrasi bukan pengendali demokrasi

Berpolitik bukan berarti ikut serta dlm setiap proses politik praktis apalagi jadi operator demokrasi yg boros dan tdk efektif

Operator susah payah bekerja melalui parpol, kampanye, cari duit, bikin slogan, menebar janji2. tapi tak kunjung dpt bnyk suara

Operator demokrasi sudah banyak mengorbankan ideologi, tenaga, dan biaya tapi tak juga kunjung mendapat dukungan signifikan

Padahal umat islam jumlahnya paling banyak tapi knp perolehan suara parpol islam sbg operator demokrasi sangat minim?

Beda kalo umat islam sbg pengendali demokrasi bukan sekadar operator. Pengendali dgn suara mayoritas bisa mengendalikan parpol

Pengendali sebagai pihak yg memiliki bargaining thd partai politik. Dgn kontrak politik sebagai pengikat komitmen

Berdasarkan kontrak politik itulah umat Islam memilih partai politik mana yg akan jadi saluran aspirasi mrk tanpa hrs punya partai islam

Umat Islam ga perlu cape2 kampanye krn udah ada kesepakatan melalui kontrak politik. Tinggal nunggu parpol mematuhi dan menjalankan kontrak

Tinggal nunggu parpol mematuhi dan menjalankan kontrak politik saat terpilih nanti. Pilihan bisa batal kalo kontrak politik tak dijalankan

Bayangkan jika NU & Muhammadiyah mewakili suara umat islam melakukan bargaining dgn kontrak politik thd salah satu parpol

NU & Muhammadiyah jaminan suara umat islam menawarkan agenda umat islam kpd parpol. Parpol berkomitmen menjalankan agenda itu

Politik dan Kekuasaan

Secara prinsip, politik merupakan upaya untuk ikut berperan serta dalam mengurus dan mengendalikan urusan masyarakat. Karena menyangkut kepentingan rakyat banyak dan kepemimpinan atas masyarakat luas, maka politik amat sangat dekat dengan kekuasaan. Inilah mungkin yang membuat banyak orang memutuskan terjun ke kancah politik. Karena dengan terjun ke politik, orang akan semakin dekat dengan kekuasaan. Bisa jadi inilah yang dipahami oleh kebanyakan orang.

Di sisi lain, karena politik berusaha mengurus dan mengendalikan urusan masyarakat, politik juga dapat dijadikan sarana untuk menyampaikan kebaikan dan kebenaran kepada masyarakat luas. Namun, pola ini seakan tertutupi oleh pandangan umum sebagaimana yang disebutkan di atas dan berusaha dibuang jauh-jauh dari masyarakat. Padahal, inilah sesungguhnya hakikat dari politik yang sesungguhnya, sarana untuk menyampaikan kebaikan dan kebenaran melalui orang-orang yang diserahi amanah untuk mengurus urusan masyarakat. Orang-orang yang bekerja dan diberi amanah untuk mengurusi urusan orang banyak yang dipilih melalui proses politik harus memahami hakikat ini. bahwa mereka dipilih untuk mengurusi urusan rakyat dan bekerja sebagai pelayan bagi rakyat.

Continue reading Politik dan Kekuasaan